Banyak hal yang Dara tidak suka. Contohnya es krim. Dara tidak suka es krim. Karena gigi Dara rusak dan semuanya ngilu kalau makan es krim. Dara juga tidak suka laki-laki. Karena kata Dara, laki-laki hanya membawa masalah.
Dara tidak suka laki-laki. Karena laki-laki bodoh. Itu kata Dara. Contohnya ayah. Ayah tidak bisa apa-apa. Dan ayah tidak peduli. Dara juga tidak peduli. Ayah hanya bisa lari. Ayah hanya bisa pergi. Mabuk dan pergi meninggalkan luka. Ayah hanya bisa menyakiti ibu. Dara tidak suka ibu. Ibu payah.
Dara tidak suka ibu. Karena ibu tidak pernah membelanya. Ibu hanya diam melihat Dara dipukuli. Dara tidak suka ibu. Dara ingin ibu berteriak. Membelanya. Atau menarik tangannya dan membawanya pergi. Dara suka itu. Ibu hanya bisa menangis. Dara tidak suka menangis. Menangis itu lemah.
Dara tidak suka menangis. Menangis itu sia-sia Dara bilang. Menangis hanya menambah luka. Dan mengasihani diri sendiri tidak berguna. Dara tidak pernah menangis. Karena Dara tidak diijinkan untuk menangis. Setiap Dara menangis, Dara dihukum. Dara hanya diam. Karena Dara tidak suka bicara. Bicara tidak mengungkapkan apa-apa.
Dara tidak suka bicara. Menurut Dara, dunia ini sudah terlalu penuh dengan sampah-sampah omong kosong. Dara bicara hanya beberapa kali dalam sehari. Karena Dara bilang, terlalu banyak bicara omong kosong membuat otak jadi goblok. Tapi mungkin juga karena tak ada yang bisa diajak bicara. Dara kesepian. Dan Dara tidak suka kesepian. Mungkin sedikit suka.
Dara tidak suka sendirian. Karena sendirian membuat kita gila. Sendirian membuat kita merasa mau meledak. Tapi Dara sering sendirian. Tapi Dara belum meledak. Belum juga gila. Mungkin sedikit gila. Mungkin juga Dara suka sendirian. Semuanya tidak pasti. Dara tidak suka ketidak pastian. Ketidak pastian hanya untuk orang sakit.
Dara tidak suka ketidak pastian. Ketidak pastian berarti pertanyaan. Pertanyaan tidak berguna. Apa yang tidak ketahui tidak akan membuat kita terluka. Ketidak tahuan itu bagus. Jadi kenapa harus ada pertanyaan? Dara tidak suka bertanya. Karena tidak tahu berarti aman. Dan Dara suka rasa aman. Walaupun Dara tidak pernah merasa aman. Tapi ketidak tahuan berbeda dengan ketidak pastian. Ketidak pastian berarti menunggu. Dan Dara tidak suka menunggu. Dara bilang menunggu itu perbuatan gila.
Dara tidak suka menunggu. Menunggu hanya untuk yang di bawah. Mengapa harus menunggu? Dara sudah cukup menunggu selama hidupnya. Dan Dara sudah cukup gila. Menunggu kebebasan. Sampai Dara putuskan untuk mendapatkan kebebasannya sendiri. Sudah cukup bukti untuk Dara. Bahwa menunggu tak akan ada hasilnya. Itu kebenaran yang Dara tahu. Dara tidak suka kebenaran. Kebenaran menyakitkan.
Dara tidak suka kebenaran. Kebenaran adalah kata yang penuh kebohongan. Semua kebenaran selalu diselipi kebohongan. Itu di dunia Dara. Dara akan percaya apa yang dia mau. Tak peduli benar atau tidak. Karena Dara bilang kebenaran dan kebohongan sekarang sama. Rupanya Dara tidak percaya lagi. Dara tidak suka ketidak percayaan. Ketidak percayaan menyiksa.
Dara tidak suka ketidak percayaan. Ketidak percayaan melemahkan. Tapi Dara tak bisa apa-apa. Buat Dara tidak ada pilihan. Semuanya terlalu palsu. Ketidak percayaan melemahkan. Kepercayaan lebih melemahkan. Maka Dara harus tidak percaya. Dan Dara tidak suka keharusan. Keharusan adalah penjara.
Dara tidak suka keharusan. Dara muak dengan keharusan. Seumur hidupnya Dara hidup dengan kata harus. Dara mau hidup dengan caranya sendiri. Dara lelah dengan aturan-aturan yang dibuat orang lain. Dara bilang cukup. Ini hidup Dara. Dara tidak suka hidup. Hidup melelahkan untuk Dara.
Dara tidak suka hidup. Hidup untuk Dara bukan mencapai kebahagiaan. Hidup untuk Dara berarti bertahan. Hidup Dara adalah kemalangan. Karena Dara tidak tahu bagaimana hidup bahagia selamanya. Karena Dara ditakdirkan untuk menderita. Mungkin hari Dara dimulai saat Dara tidur. Tapi Dara juga tidak suka tidur. Tidur membuat Dara tidak awas.
Dara tidak suka tidur. Tidur tidak juga melepaskan lelah. Karena dalam tidur otak Dara tetap bekerja. Dan mimpi-mimpi Dara tidak membantu. Mimpi buruk membuat Dara lebih lelah. Mimpi indah membuat Dara ingin mati. Ingin mati berarti keputus asaan. Putus asa berarti akhir.
Dara tidak suka putus asa. Dara tidak boleh putus asa. Bila putus asa Dara berakhir. Karena Dara hidup karena Dara. Keputus asaan adalah kejatuhan. Dan Dara tidak mau jatuh. Putus asa juga bagian dari omong kosong. Putus asa adalah sakit. Jelas Dara tidak suka sakit. Sakit adalah sakit.
Dara tidak suka sakit. Dara sudah cukup merasakan sakit. Seumur hidupnya dia hanya merasa sakit. Fisik dan mental. Dara ingin muntah. Semua sakitnya mematikan emosinya. Tapi Dara tidak keberatan. Karena Dara tidak suka emosi. Emosi sampah.
Dara tidak suka emosi. Emosi membuat Dara hancur. Dara bertahan tanpa emosi. Emosi adalah coreng. Dara cuma mau jauh-jauh dari emosi. Emosi membuat orang menangis. Emosi membuat orang tertawa. Emosi membuat orang berteriak. Dara tidak suka berteriak. Berteriak menghabiskan tenaga.
Dara tidak suka berteriak. Berteriak tak ada gunanya. Dara percaya tidak ada yang mendengarnya berteriak. Berteriak hanya membuat Dara makin tersiksa. Berteriak bisa membuat Dara disangka gila. Dan itu bisa menimbulkan cerita. Dara tidak suka cerita. Cerita identik dengan dongeng.
Dara tidak suka cerita. Dara tidak ingin mendengar cerita. Dara jarang sekali mendengar cerita. Tapi Dara ingat. Cerita tentang upik abu yang menikah dengan pangeran karena bantuan peri pelindung. Tapi Dara belajar. Dalam hidup yang panjang dan menyakitkan, peri pelindung tidak ada. Paling tidak, tidak untuk Dara. Dara adalah pengecualian. Cerita hanya membuat kita berharap. Harapan-harapan kosong. Dara juga tidak suka harapan-harapan kosong. Membuat kita buta.
Dara tidak suka harapan-harapan kosong. Harapan-harapan kosong menghempaskan kita dengan menyakitkan. Dara sering berurusan dengan harapan-harapan kosong. Harapan-harapan yang membuat Dara melayang untuk kemudian menghempaskannya. Dara mulai belajar kata-kata, ‘semakin tinggi kita terbang semakin sakit jatuhnya.” Dara tidak ingin jatuh. Maka Dara tidak mencoba terbang.
Tahu apa yang Dara suka? Dara suka menghilang. Dara suka menghilangkan eksistensinya. Dara suka menjadi angin. Dara suka tidak ada.
Masih banyak yang Dara tidak suka. Tapi hidup bukan pilihan. Dara terpaksa makan es krim kapan itu karena tidak ada makanan lain. Dara harus berurusan dengan banyak laki-laki. Dara harus mengurus ibu. Dara sering menangis dalam tidurnya walaupun dia tidak mau. Dara harus bicara karena Dara hidup. Dara harus menghabiskan hampir seluruh hidupnya dalam kesendirian karena Dara tidak punya siapa-siapa. Dara hidup dalam ketidak pastian sebenci apapun dia pada ketidak pastian. Dara menunggu seumur hidupnya dalam penantian tanpa akhir. Dara juga hidup dalam kebenaran bahwa hidup itu tidak adil. Dara tidak percaya pada siapa pun atau apa pun seberapa pun keinginannya untuk percaya. Dara hidup hidup dalam keharusan-keharusan yang terus ada. Dara hidup walaupun setengah mati dia ingin mati. Dara tidur setiap malam karena alam mengatakan begitu. Dara putus asa setiap hari dan setiap detik hidupnya. Dara sakit kemarin, flu, dan Dara sakit hati sejak dia lahir. Dara merasakan banyak emosi dalam hidupnya walaupun Dara tidak mengakuinya. Dara seringkali harus berteriak karena orang-orang terlalu tuli untuk mendengar. Dara mendengar banyak cerita setiap harinya walaupun dia menolak untuk mendengar. Dara berdiri di atas harapan-harapan kosong sejak dulu mungkin sampai dia mati.
Dan Dara tidak bisa menghilang.
note: thanks to Dara. a Little girl at "kampung Doank" that gave me the inspiration.
wish u a good life, kiddo. A better one than this Dara's
-me
was in my friendster blog
Wednesday, January 2, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
1 comment:
what the hell was ur inspiration?
or are u deep down inside a depressed, suicidal addict or something?
but me likey. me likey a lot.
Post a Comment